Koridor Perjalanan di Buka,Batam Sambut Pendatang Dari Singapura

Koridor Perjalanan di Buka,Batam Sambut Pendatang  Dari Singapura
Foto,penumpang naik ke kapal di pelabuhan Batam

Go-Batam.co,Pemerintah Indonesia dan Singapura telah menyepakati dibukanya akses masuk kedua negara pada 26 Oktober mendatang sesuai pengaturan koridor perjalanan atau TCA (travel corridor arrangement) khusus perjalanan bisnis dan diplomatik. Salah satu akses yang dibuka adalah Batam Center Ferry Terminal.

Pemerintah Kota Batam pun menyiapkan sembilan hotel sebagai lokasi singgah pebisnis, diplomat dan petugas pemerintah yang datang dari Singapura sebelum melanjutkan aktivitas mereka di Indonesia. "Sembilan hotel siap sebagai tempat menunggu sementara dan menginap," kata Pjs Wali Kota Batam Syamsul Bahrum di Batam, Kamis, 15 Oktober 2020.

Sesuai dengan TCA,  pebisnis, diplomat, dan pejabat pemerintah yang tiba dari Singapura harus melakukan tes swab Covid-19 setibanya di Batam. Kemudian mereka harus menunggu sampai hasilnya keluar baru kemudian bisa menjalankan aktivitas sesuai jadwal masing-masing.

Selain hotel, pemerintah setempat menyiapkan Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam sebagai antisipasi apabila ada pendatang yang diidentifikasi sakit. Namun Syamsul mengatakan masih menunggu penunjukan pemerintah mengenai rumah sakit rujukan itu, termasuk lokasi tes usap Covid-19.


"Apakah di rumah sakit, hotel, atau terminal (pelabuhan). Kami menyarankan di terminal, saat mereka sampai," kata Syamsul.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam, Achmad Farchanny menyatakan kemungkinan pelaksanaan tes usap bagi warga Singapura akan melibatkan pihak ketiga. Sebab, BTKLPP Batam fokus pada pemeriksaan warga Kepri dan pekerja migran Indonesia yang baru tiba dari Singapura dan Malaysia.

Jika dalam pemeriksaan tes usap itu hasilnya positif Covid-19, maka akan ditanggulangi. Pendatang itu bisa saja dipulangkan ke Singapura atau ditangani di rumah sakit yang ada di Batam. "Kalau negatif bisa melanjutkan aktivitas untuk berbisnis di Batam atau Kepri lainnya," kata Achmad.